Pondok Pesantren Ali bin Abi Thalib Purbalingga

Membiayai para penuntut ilmu adalah salah satu penyebab terbukanya pintu-pintu rezeki

Khutbah Jum’at : Mencintai Saudara Kita di Palestina

إنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

قال اللَّه تعالى يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

 فَأِنّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ، وَشَرّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةً، وَكُلّ ضَلاَلَةِ فِي النّارِ. أَمَّا بَعْدُ

Khutbah Jum'at

Siang ini ketika berada di luar, kita akan merasakan begitu teriknya sinar matahari. Padahal jarak antara bumi dan matahari kurang lebih sejauh 150 juta kilometer. Dengan jarak sedemikian saja, panas matahari masih sangat terasa menyengat di kulit kita.

Maka, sungguh tak terbayangkan bagaimana rasa panasnya terik matahari di padang mahsyar kelak ketika Allah ﷻ mendekatkan matahari di atas kepala manusia. 

Disebutkan dalam sebuah riwayat bahwa jarak antara manusia dengan matahari kala itu sejarak satu mil. Ada yang mengatakan bahwa mil itu adalah alat untuk celak mata, dan ada pula yang menyatakan bahwa itu jarak perjalanan yaitu sekitar satu setengah kilo meter.

Rasulullah ﷺ bersabda, “Pada hari kiamat, matahari didekatkan jaraknya terhadap makhluk hingga tinggal sejauh satu mil.” Sulaim bin Amir (perawi hadits ini) berkata, “Demi Allah, aku tidak tahu apa yang dimaksud dengan mil. Apakah ukuran jarak perjalanan, atau alat yang dipakai untuk bercelak mata?” 

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah mengatakan, “Jarak satu mil ini, baik satu mil yang biasa atau mil alat celak, semuanya dekat.”

Kemudian jika ada yang bertanya, kenapa di akhirat kelak matahari didekatkan dengan jarak satu mil namun makhluk tidak terbakar?  Para ulama menjelaskan bahwa pada hari Kiamat kelak tatkala manusia dikumpulkan di padang mahsyar, kekuatan mereka tidaklah sama dengan kekuatan mereka ketika hidup di dunia.

Akan tetapi, tetap saja manusia pada hari itu bercucuran keringat karena merasakan panas yang sangat menyengat. 

Nabi ﷺ bersabda, “Sehingga manusia tersiksa dalam keringatnya sesuai dengan kadar amal-amalnya (yakni dosa-dosanya). Di antara mereka ada yang keringatnya sampai kedua mata kakinya. Ada yang sampai kedua lututnya, dan ada yang sampai pinggangnya, serta ada yang tenggelam dalam keringatnya.”

Rasulullah ﷺ memberikan isyarat dengan meletakkan tangan ke mulut beliau.” (Hadits shahih. Diriwayatkan oleh Muslim, no. 2864)

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah.

Pada kondisi tersebut, ada di antara manusia yang mendapatkan naungan dari Allah ﷻ ketika tidak ada naungan kecuali naungan dari-Nya. Siapakah mereka? Salah satu golongan tersebut adalah mereka yang senantiasa cinta mencintai karena Allah ﷻ.

Pada hari kiamat nanti mereka akan mendapatkan perlindungan dari Allah ﷻ dari panasnya sinar matahari di padang Mahsyar. Allah ﷻ akan menyeru 

أينَ المُتَحَابُّونَ فِي جَلَالِي؟

Dimana orang-orang yang saling mencintai karena Aku (Allah )?

الْيَوْمَ أُظِلُّهُمْ فِي ظِلِّي، يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلِّي

Pada hari ini aku akan berikan kepada mereka naungan, di hari ini tidak ada naungan kecuali naungan-Ku.

Pada hari Kiamat, Allah ﷻ akan memuliakan orang-orang yang mencintai sesama karena-Nya. Mereka tidak memiliki hubungan darah ataupun keluarga, satu-satunya ikatan yang menyatukan mereka adalah iman kepada Allah ﷻ.

Dalam sebuah riwayat dikisahkan tentang seorang lelaki yang sedang dalam perjalanan berkunjung ke rumah saudaranya seiman. Di tengah perjalanan, lelaki itu dihadang oleh Malaikat yang menyerupai manusia dengan pertanyaan, “Hendak kemana Anda?”

“Aku hendak mengunjungi saudaraku sesama muslim,” jawab lelaki itu.

“Apa kamu mempunyai keperluan dengannya?” selidik Malaikat lebih jauh.

Maka sungguh hal yang wajar jika seseorang melakukan perjalanan jauh karena memiliki keperluan dengan temannya. Namun, jawaban orang ini sungguh di luar dugaan.

“Tidak, aku tidak memiliki keperluan. Aku hanya ingin mengunjunginya. Aku mencintainya karena Allah ﷻ,” jawab lelaki itu tersenyum.

Malaikat heran sekaligus takjub mendengar jawaban lelaki itu. Malaikat itu pun kemudian mengungkap jati dirinya.

“Sesungguhnya aku ini adalah Malaikat yang diutus untuk memberitahumu bahwa Allah ﷻ senantiasa mencintaimu, sebagaimana kamu mencintai saudaramu karena Allah ﷻ.” 

Orang-orang yang saling mencintai karena kemuliaan Allah ﷻ akan berada di atas mimbar-mimbar cahaya, dikagumi oleh para nabi dan para syuhada. (HR. Tirmidzi no. 2390)

Ikhwanu fiddin jamaah shalat Jum’at yang dirahmati Allah. 

Dalam sejarah, kita bisa melihat bagaimana kecintaan para sahabat terhadap sahabat muslim lainnya karena Allah. Terutama kaum Anshar dengan kaum Muhajirin.

Kala itu, kaum muslimin terusir dari Mekah, dan mereka pun pergi berhijrah dari Mekah menuju Madinah sesuai dengan petunjuk Allah dan Rasul-Nya. Mereka mengorbankan segalanya: harta benda, saudara, keluarga, pekerjaan, bahkan tanah kelahiran mereka, semata karena cinta kepada Allah dan Rasul-Nya.

Tidak ada perbekalan yang banyak kecuali hanya pakaian yang melekat di tubuh dan bekal yang ada di tangan mereka. 

Setiba di Madinah, langkah pertama yang diambil Rasulullah ﷺ adalah mendirikan Masjid dan mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshar. Salah satu kisah istimewa pada peristiwa ini adalah kisah Abdurrahman bin Auf yang dipersaudarakan dengan Sa’ad bin Rabi’.

Sa’ad bin Rabi’, yang kaya raya, dengan tulus menawarkan sebagian besar harta miliknya kepada Abdurrahman bin Auf. 

Sa’ad berkata kepadanya, “Aku adalah salah satu dari Anshar yang memiliki harta paling berlimpah. Ambillah separuh dari kekayaanku, yang mana bisa dibagi menjadi dua bagian. Aku juga memiliki dua istri, maka lihatlah mana yang engkau pilih, agara aku bisa menceraikannya. Setelah masa iddahnya berakhir, kalian bisa menikah.” 

Dengan penuh rela, karena cinta kepada Allah ﷻ, ia membagi harta yang dimilikinya menjadi dua bagian, setengah untuk dirinya dan setengah lagi untuk Abdurrahman bin Auf, bahkan sampai rela menceraikan istrinya.

Mendapat penawaran tersebut, dengan tulus Abdurrahman bin Auf menjawab, “Semoga Allah ﷻ memberkahi keluarga dan harta yang engkau miliki. Wahai saudaraku, akan lebih baik jika engkau menunjukkan kepada kami pasar-pasar yang biasa kalian kunjungi.”

Ini adalah contoh yang begitu indah tentang persaudaraan yang didasari oleh rasa cinta kepada Allah ﷻ.

Hadirin sidang Jum’at yang dirahmati Allah.

Hingga hari ini, di Palestina, di Gaza, saudara-saudara kita masih merasakan luka yang dalam. Mereka terisak, menangis, berteriak memohon pertolongan kepada seluruh manusia di muka bumi, terutama kaum muslimin.

Keluarga dekat mereka, bapak ibu mereka, meninggal dunia tepat di depan mata. Keluarga besar mereka satu persatu meninggalkan mereka untuk selamanya. Ada yang hidup sebatang kara, tidak punya bapak, tidak punya ibu, tidak punya saudara.

Sudah yatim piatu, mereka masih terluka tubuhnya, terluka hatinya. Oleh sebab itu, dukungan dan pertolongan dari kaum muslimin dan manusia di seluruh dunia sungguh sangat mereka butuhkan.

Hingga hari ini, kekejaman dan kebiadaban Zionis laknatullah ‘alaihi telah memakan korban jiwa hingga lebih dari 20 ribu manusia yang kebanyakan dari mereka adalah anak-anak dan wanita. Inilah tindakan keji mereka.

Sebagai umat Muslim, meski tanpa ikatan darah, kerabat, atau bahkan negara yang jauh di sana, dengan kecintaan kita kepada Allah ﷻ, dengan kecintaan kita kepada mereka karena Allah ﷻ, maka mari kita membantu mereka semampu kita.

Dengan harta yang dimiliki, dengan doa-doa yang dilantunkan, kita berharap dari sekian banyak doa kita yang menembus langit, semoga Allah ﷻ mengabulkan salah satu doa di antara kita untuk rakyat Palestina.

Dengan jari jemari kita, mari kabarkan kepada dunia tentang kebiadaban Zionis Israel laknatullah ‘alaihi melalui berbagai media sosial yang ada. Bersama, kita tunjukkan kepedulian pada saudara kita yang menderita di Palestina.

Agar dunia melihat dan sadar, bagaimana orang-orang Yahudi Zionis Israel telah dan terus berlaku biadab. Inilah jalan juang kita, inilah salah satu bentuk jihad kita di jalan Allah yang bisa untuk dilakukan.

Ikhwanu fiddin jamaah shalat Jum’at yang dirahmati Allah. 

Dari 20 ribu lebih korban jiwa di Palestina, mereka insyaAllah memiliki tempat yang mulia di sisi Allah ﷻ. InsyaAllah mereka termasuk dalam golongan syuhada yang tak akan merasakan siksa kubur dan akan dimasukkan ke dalam surga tanpa dihisab.

Tentu saja, kita semua berharap bisa menjadi bagian dari mereka. 

Rasulullah ﷺ telah menyampaikan bahwa pada hari Kiamat, akan ada sekelompok manusia yang diberi kedudukan istimewa di sisi Allah. Hingga para nabi pun iri terhadap kedudukan mereka.

Mereka berdiri di atas mimbar yang bersinar, wajah mereka bercahaya, bebas dari kesedihan dan ketakutan. Mereka adalah orang-orang yang mencintai dan dicintai karena Allah ﷻ.

Meskipun jasad kita tidak bisa sampai ke Palestina untuk memberikan bantuan langsung kepada saudara-saudara kita di sana, namun harta kita, penyampaian berita kepada dunia, dan doa kita di waktu-waktu yang mustajab, semoga itu semua menjadi bagian dari rasa cinta kepada mereka karena Allah ﷻ.

Mereka adalah Muslim seperti kita, mereka shalat menghadap kiblat seperti kita, mereka membaca Al-Qur’an seperti kita, dan mereka lah berjuang mempertahankan Masjid suci umat Islam, Masjidil Aqsha.

Meskipun belum mampu berjuang sekuat yang mereka lakukan, insyaAllah kita akan bisa meraih pahala yang semisal dengan mereka, dan mendapatkan tempat istimewa di sisi Allah ﷻ jika mampu mencintai mereka karena Allah ﷻ. Di dalam hati ini, mari ikrarkan bahwa mereka adalah saudara kita. 

Jangan sampai ada kata yang menyakitkan hati atau bahkan fitnah yang keluar dari mulut kita. Sudah cukup mereka terluka. Maka sungguh sangat disayangkan apabila masih ada di antara kaum muslimin yang dengan keras hati tidak peduli kepada kaum muslimin di Palestina.

Semoga cinta kita kepada mereka akan berbuah manis pada hari Kiamat nanti. Semoga Allah ﷻ memberikan tempat yang mulia kepada kita, meskipun belum mampu berjuang sekuat mereka.

باَرَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآياَتِ وِالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ بِتِلاَوَتِهِ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمِ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمِ

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوْا اللهَ فِيْمَا أَمَرَ، وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى، وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ

وَقَالَ تَعاَلَى: إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِى يَآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِنْ لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

اَللَّهُمَّ انْصُرِ الْمُجَاهِدِيْنَ فِي سَبِيْلِكَ فِي كُلِّ مَكَانٍ، اَللَّهُمَّ انْصُرْهُمْ نَصْرًا مُؤَزَّرًا، اَللَّهُمَّ ارْبِطْ عَلَى قُلُوْبِهِمْ، وَثَبِّتْ أَقْدَامَهُمْ

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار

سُبْحاَنَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ

وَصَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ، وَأَقِمِ الصَّلاَةَ



Post Terbaru

Khutbah Jum’at: Keutamaan dan Amalan di Bulan Dzulhijjah

Khutbah : Khutbah Jum’at: Keutamaan dan Amalan di Bulan DzulhijjahOleh (Santri PPMTQ Ali Bin Abi Thalib) Facebook Twitter Youtube Instagram ...

Bismillah menurut pendapat ulama ahli fiqih dan ulama ahli hadits

Fiqih : Hukum membaca Basmalah dalam sholat dengan pelan (sirr) atau dengan keras (jahr)Oleh (Ustadz Thoha Husein Al-Hafidz) Facebook Twitter ...

Apakah basmalah merupakan sebuah ayat alquran atau tidak?

Fiqih : Nikmat Terbaik Dunia AkhiratOleh (Santri Pondok Pesantren Ali Bin Abi Thalib Purbalingga) Facebook Twitter Youtube Instagram Whatsapp Khutbah ...

Akibat Menunda Taubat

Tazkiyah : Akibat Menunda TaubatOleh (Santri Ali Bin Abi Thalib Purbalingga) Facebook Twitter Youtube Instagram Whatsapp Dalam aksinya menggoda umat ...

Kiat Sederhana Memenangkan Hati Manusia

Tazkiyah : Kiat Sederhana Memenangkan Hati ManusiaOleh (Santri Ali Bin Abi Thalib Purbalingga) Facebook Twitter Youtube Instagram Whatsapp Islam tidak ...

Apakah Sabar Ada Batasnya?

Tazkiyah : Apakah Sabar Ada Batasnya?Oleh (Santri Ali Bin Abi Thalib Purbalingga) Facebook Twitter Youtube Instagram Whatsapp Sebagai amalan hati ...

Program Terdekat Kami

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Assalamualaikum Kak 👋
Ada yang bisa kami bantu?